Waduk Gunung Rowo di Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati


Selasa, 18 Juli 2017

MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran utama (Permendikbud No. 103 Tahun 2014) yang diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, perilaku sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.
Ketiga model tersebut adalah:
1.    Pembelajaran Melalui Penyingkapan Penemuan (Discovery /Inquiry Learning)
2.    Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
3.    Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)

Disamping 3 model pembelajaran di atas dapat juga dikembangkan model pembelajaran  sesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan yaitu:

4.    Pembelajaran Berbasis Produksi (Production Based Education) (PBE)
Tidak semua model pembelajaran tepat digunakan untuk semua KD/materi pembelajaran. Model pembelajaran tertentu hanya tepat digunakan untuk materi pembelajaran tertentu. Sebaliknya materi pembelajaran tertentu akan dapat berhasil maksimal jika menggunakan model pembelajaran tertentu. Oleh karenanya guru harus menganalisis rumusan pernyataan setiap KD, apakah cenderung pada pembelajaran penyingkapan (Discovery/Inquiry Learning) atau pada pembelajaran hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning).

•    Rambu-rambu penentuan model penyingkapan/penemuan:
a.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah ke pencarian atau penemuan;
b.    Pernyataan KD-3 lebih menitikberatkan pada pemahaman pengetahuan faktual, konseptual, procedural, dan dimungkinkan sampai metakognitif;
c.    Pernyataan KD-4 pada taksonomi mengolah dan menalar

•    Rambu-rambu penemuan model hasil karya (Problem Based Learning dan Project Based Learning):
a.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 mengarah pada hasil karya berbentuk jasa atau produk;
b.    Pernyataan KD-3 pada bentuk pengetahuan metakognitif;
c.    Pernyataan KD-4 pada taksonomi menyaji dan mencipta, dan
d.    Pernyataan KD-3 dan KD-4 yang memerlukan persyaratan penguasaan pengetahuan konseptual dan prosedural.

Masing-masing model pembelajaran tersebut memiliki urutan langkah kerja (syntax)tersendiri, yang dapat diuraikan sebagai berikut.


1.    Model Pembelajaran Penyingkapan (penemuan dan pencarian/penelitian) (Discovery Learning)(DL)
•    Siswa harus menemukan ide (atau)
•    Siswa dapat menemukan makna
Model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43). Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.
Discovery dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi. Proses tersebut disebut cognitive process, sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilatingconcepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

a.    Sintak model Discovery Learning
1)   Pemberian rangsangan (Stimulation);
2)   Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement);
3)   Pengumpulan data (Data Collection);
4)   Pembuktian (Verification), dan
5)   Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).

b.    Sintak model Inquiry Learning Terbimbing
Model pembelajaran yang dirancang membawa peserta didik dalam proses penelitian melalui penyelidikan dan penjelasan dalam setting waktu yang singkat (Joice&Wells, 2003).
Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.
Sintak/tahap model inkuiri meliputi:
1)   Orientasi masalah;
2)   Pengumpulan data dan verifikasi;
3)   Pengumpulan data melalui eksperimen;
4)   Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi, dan
5)   Analisis proses inkuiri.


2.    Model Pembelajaran (Problem Based Learning) (PBL)
•    Siswa aktif memecahkan masalah kontekstual

Merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan kontekstual (Tan OnnSeng, 2000).
Tujuan PBL adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru/nyata, pengintegrasian konsep High Order Thinking Skills (HOT’s), keinginan dalam belajar, mengarahkan belajar diri sendiri dan keterampilan (Norman and Schmidt).

a.    Sintak model Problem Based Learning dari Bransford and Stein (dalam Jamie Kirkley, 2003:3) terdiri atas:
1)    Mengidentifikasi masalah;
2)    Menetapkan masalah melalui berpikir tentang masalah dan menyeleksi informasi-informasi yang relevan;
3)    Mengembangkan solusi melalui pengidentifikasian alternatif-alternatif, tukar-pikiran dan mengecek perbedaan pandang;
4)    Melakukan tindakan strategis, dan
5)    Melihat ulang dan mengevaluasi pengaruh-pengaruh dari solusi yang dilakukan.
b.    Sintak model Problem Solving Learning Jenis Trouble Shooting (David H. Jonassen, 2011:93) terdiri atas:
1)    Merumuskan uraian masalah;
2)    Mengembangkan kemungkinan penyebab;
3)    Mengetes penyebab atau proses diagnosis, dan
4)    Mengevaluasi.

3.    Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
•    Siswa aktif membuat suatau projek
•    Membutuhkan waktu yang relatif lama


Model pembelajaran PJBL merupakan pembelajaran dengan menggunakan proyek nyata dalam kehidupan yang didasarkan pada motivasi tinggi, pertanyaan menantang, tugas-tugas atau permasalahan untuk membentuk penguasaan kompetensi yang dilakukan secara kerjasama dalam upaya memecahkan masalah (Barel, 2000 and Baron 2011).
Tujuan Project Based Learning  adalah meningkatkan motivasi belajar, team work, keterampilan kolaborasi dalam pencapaian kemampuan akademik level tinggi/taksonomi tingkat kreativitas yang dibutuhkan pada abad 21 (Cole & Wasburn Moses, 2010).

a.    Sintak/tahapan model pembelajaran Project Based Learning, meliputi:
1)    Penentuan pertanyaan mendasar (Start with the Essential Question);
2)    Mendesain perencanaan proyek;
3)    Menyusun jadwal (Create a Schedule);
4)    Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project);
5)    Menguji hasil (Assess the Outcome), dan
6)    Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).

4.    Model Pembelajaran Production Based Training (PBT)
Khusus di SMK, model pembelajaran Production Based Trainig  dapat digunakan untuk mendukung pengembangan Teaching Factory pada mata pelajaran pengembangan produk kreatif. Model Pembelajaran Production Based Training merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang menyatu pada proses produksi, dimana peserta didik diberikan pengalaman belajar pada situasi yang kontekstual mengikuti aliran kerja industri mulai dari perencanaan berdasarkan pesanan, pelaksanaan dan evaluasi produk/kendali mutu produk, hingga langkah pelayanan pasca produksi.Tujuan penggunaan model pembelajaranPBT adalah untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan kompetensi teknis serta kemampuan kerjasama sesuai tuntutan organisasi kerja.

a.    Sintaks/tahapan model pembelajaran Production Based Trainning meliputi:
1)    Merencanakan produk;
2)    Melaksanakan proses produksi;
3)    Mengevaluasi produk (melakukan kendali mutu), dan
4)    Mengembangkan rencana pemasaran.
(G. Y. Jenkins, Hospitality 2005).

Senin, 19 Juni 2017

Panduan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan V-1

DOWNLOAD Panduan Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan V-1. pdf

Lihat online

Isi Data Nilai PKL. Harus diisi setelah selesai PKL.

Selasa, 18 April 2017

Balajar Fotografi dengan Kardus

Dunia foto memang asyik. apalagi untuk yang hobby photography. Melukis dengan cahaya, itu kata lain dari fotografi. Sebuah kepuasan tersendiri ketika kita bisa membuat sebuah lukisan dengan merekam cayaha yang mengenai obyek, menjadi sebuah gambar 2 demensi. Walaupun hanya 1 frame, namun terkadang sebuah foto mempunyai makna yang mendalam jika kita mengambilnya dengan komposisi, timing dan pencahayaan yang tepat. Kali ini Siswa SMK Negeri 2 Pati kelas Multimedia sedang praktek pencahayaan dengan membuat studio foto mini yang terbuat dari kardus.







Kamis, 30 Maret 2017

origami bangau pemula 1

Assalmualaikum teman-teman!
Saya akan memberikan tutorial membuat origami dari kertas. Kalau bicara mengenai kerajinan origami, kita pasti ingat Negara yang terkenal dengan Origminya yaitu Jepang. Di Jepang sangat terkenal dengan origaminya. Dan saya akan membantu kalian untuk membuat origami, dan yang akan saya berikan adalah origami berbentuk burung. Oke, kiata mulai yaa…
Siapkan kertas lipat sesuai ukuran yang anda inginkan.


1. Lipat kertas secara horizontal ataupun vertical sehingga membentuk persegi panjang.





2. Setelah itu,arahakan 4 ujung kertas menjadi satu. Dan akan menjadi sebuah belah ketupat.



   
3. Lipat ujung kertas ke tengah. Yang harus dilipat adalah sisi kertas yang dapat dibuka. Dan lipat di semua sisi.

 
4. Kemudian, lipat bagian bawah kertas yang belum dilipat ke atas kearah kertas yang sudah dilipat. Jika sudah, buka kembali lipatan kertas bagian bawah yang baru saja dilipat

 
5. Buka lipatan kertas bagian atas kebawah, sehingga akan membentuk seperti ini.

   
6. Tutup kertas kedalam sehingga membentuk seperti ini. Lipat dibagian sebaliknya dengan cara yang sama.
   
7. Lipat kedua ujung yang terpisah menjadi dua bagian yang sama. Lipat dibagian sebaliknya dengan cara yang sama.



8. Sehingga akan membentuk seperti ini.





9. Lipat bagian yang tidak terbuka keatas kearah bagian kertas yang terbuka. Lipat dibagian sebaliknya dengan cara yang sama. Sehingga membentuk seperti ini.
 


10. Buat bagian kepala dan sayap




Nah itu teman-teman, cara membuat origami berbentuk burung. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu teman-teman dalam membuatnya.

 Yaa walaupun agak sedikit susah dalam membuatnya. Karena tidak ada hal didunia yang mudah, perlu usaha dan ketekunan agar mencapai his yang baik. Maaf ya jika artikel ini kurang begitu jelas. Terima Kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
By : SMK N 2 Pati Jurusan Multimedia
Aprilia Nuraisah XID1 (05)
Citra Wisan C. N. XID1 (07)
Nur Khanafi XID1 (22)
Putri Pebriana XID1 (23)
Shalsabila Yuli R. XID1 (25)
Muh. Mirza H. XID3 (17)

Mengenal Kamera Sony HXR-MC1500

Hai sobat! Pada postingan kali ini kami akan sedikit menjelaskan tentang bagian-bagian Kamera Sony HXR-MC1500. Berikut tampilan dari Kamera Sony HXR-MC1500


Oke langsung aja ke bagian yang pertama yaitu Tombol Zoom In dan Zoom Out.
Tombol Zoom In dan Zoom Out digunakan untuk zoom in dan zoom out pada kamera ini.
Dibawah tombol Zoom In dan Zoom Out ada tombol Photo. Tombol Photo ini digunakan untuk memotret gambar yang diinginkan.


Bagian yang kedua yaitu Tombol On dan Off pada kamera. Tombol On digunakan untuk menyalakan kamera sedangkan tombol Off digunakan untuk mematikan kamera. Diantara tombol on dan off ada tombol berwana hitam dan titik merah didalamnya terdapat tombol yang digunakan untuk merekam video.


Yang ketiga adalah Microphone. Microphone pada kamera digunakan untuk merekam suara yang masuk pada kamera.


Bagian keempat adalah Tombol Zoom In dan Zoom Out serta tombol Record pada kamera. Tombol ini kegunaannya sama seperti tombol zoom in dan zoom out diatas hanyayang membedakan yaitu tombol record, pada tombol record ini digunakan untuk merekam video dan lebih memudahkan pengguna karena terletak dibagian atas.


Bagian kelima adalah lensa kamera. Lensa kamera ini memiliki Zoom Optik 12x. Tipe lensa ini adalah Sony Lens G


Bagian keenam adalah monitor. Monitor pada kamera ini digunakan untuk melihat hasil gambar atau video yang telah kita simpan.


Bagian ketujuh adalah view finder. Bagian ini digunakan melihat hasil tangkapan lensa,


Bagian kedelapan adalah slot memory. Bagian ini digunakan untuk tempat penyimpanan memori.


Bagian kesembilan adalah slot USB. Digunakan untuk menghubungkan kamera dengan PC untuk memindahkan data dari kamera ke PC

Bagian kesepuluh adalah AV Out berfungsi untuk menghubungkan kamera ke switcher yang nantinya gambar dan suara akan masuk ke kamera juga masuk ke switcher.


Bagian kesebelas adalah slot headphone digunakan untuk menghubungkan headphone dengan kamera, suara yang masuk ke kamera juga terdengar lewat headphone.


Bagian kedua belas adalah baterai. Baterai berfungsi sebagai daya agar kamera tersebut dapat menyala.


Bagian ketiga belas adalah slot charger. Slot ini digunakan untuk mencharger baterai kamera apabila baterai telah habis.


Bagian keempat belas adalah pengoperasian kamera. Tombol ini digunakan untuk mengatur dan mengoperasikan kamera.


Bagian yang terakhir adalah ring. Digunakan untuk mengatur fokus, eksposure, iris, shutter speed, aeshift, dan wb shift.

Disusun oleh :
1. Yohanes Advin K. (29/XID1)
2. Cahyo Panji K.S (09/XID3)
3. Miftahul Jannah (16/XID3)
4. Septiana Wulandari (24/XID3)
5. Sri Haryuti (25/XID3)
6. Ulfa Berlianna K (29/XID3)
7. Zul Aini Attur M (33/XID3)

Selasa, 24 Mei 2016

CONTOH LAPORAN PRAKERIN

Sebagai panduan pembuatan Laporan Prakerin,


Silahkan KLIK:

Contoh Laporan Prakerin.pdf

Kamis, 11 Juli 2013

Cara membuat Paspor Online

Aku posting dulu gambarnya, kali kali tak cerita saat aku buat paspor.